Senin, 21 November 2011

Bagaimanakah Meningkatkan komunikasi?


Berikut ini  petunjuk meningkatkan komunikasi
Beberapa petunjuk untuk meningkatkan komunikasi (Schultz dan Videbeck cit Nurjannah, 2004) antara lain:
a.         Menawarkan diri pada klien mengenai periode yang spesifik sebagai tujuan komunikasi.
b.        Panggil klien dengan namanya dan identifikasi perawat sendiri dengan nama perawat.
c.         Kontak mata dengan klien dimana klien akan bisa menoleransi.
d.      Dengarkan klien. Berikan perhatian pada apa yang dikomunikasikan baik verbal maupun non verbal.
e.          Gunakan diam dengan nyaman sebagai alat komunikasi.


f.        Bicara dengan klien tentang perasaan klien bukan tentang diri perawat, staff lain atau klien lain.
g.      Tanyakan pertanyaan terbuka, hindari pertanyaan yang hanya akan mendapatkan jawaban satu kata.
h.               Ijinkan klien punya cukup waktu untuk bicara.
i.               Jujur pada klien.
j.               Tidak menilai. Jika diperlukan, langsung menentramkan klien dengan perilaku perawat yang tidak menilai/menghakimi.
k.               Dukung klien untuk mengeluarkan apa yang dirasakannya.
l.            Refleksikan apa yang dikatakan klien kembali pada klien. Pada refleksi sederhana, ulangi statemen klien.
m.      Katakan pada klien jika perawat tidak memahami apa yang klien maksudkan, terima tanggung jawab perawat sendiri untuk tidak memahami dan minta klien untuk klarifikasi. Hal ini memberikan klien tanggung jawab untuk menjelaskan maksudnya.
n.           Jangan gunakan kata-kata hampa/basi dalam berespon pada ekspresi perasaan klien. Hal ini tidak menghargai perasaan klien, mengurangi rasa percaya dan mungkin menurunkan komunikasi selanjutnya.
o.        Jangan memberikan opini pribadi anda, kepercayaan atau pengalaman yang berhubungan dengan masalah klien.
p.          Jangan berikan nasehat atau membuat keputusan untuk klien. Jika anda menasehati klien dan nasehat anda adalah “baik” misalnya akan menyebabkan solusi terpecahkan, dimana klien tidak akan mempunyai kesempatan untuk menyelesaikan masalah, untuk mengambil tanggung jawab atau untuk membuat keputusan, dan untuk menikmati peningkatan harga diri yang didapatkan dari tindakan yang berhasil dilakukan. Jika nasehat anda adalah “buruk”, klien telah kehilangan kesempatan untuk belajar membuat kesalahan dan untuk menyadari bahwa dia dapat bertahan membuat kesalahan. Efeknya, klien telah menghindari tanggung jawab untuk membuat keputusan dan malahan mungkin menyalahkan anggota staff atau rumah sakit untuk apapun konsekuensi yang terjadi dari keputusan yang telah diambil tersebut.
q.      Membantu klien menggunakan proses pemecahan masalah (dengan menggunakan pengajaran klien/Client teaching). Bantu klien untuk mengidentifikasi dan mengeksplorasi alternatif.
r.                Berikan klien kejujuran, umpan balik tidak menghukum berdasarkan observasi perawat.
s.               Jangan mencoba untuk mengelabui atau memanipulasi klien.
t.                Jangan berdebat dengan klien atau terlibat dalam perebutan kekuasaan.
u.              Jangan mengambil kemarahan klien atau ekspresi negatif secara pribadi.
v.       Gunakan humor dengan bijaksana. Jangan pernah menggoda klien atau menggunakan humor yang merendahkan. Ingat bahwa klien dengan masalahnya saat itu akan memahami abstraksi seperti humor. Ingat untuk mengevaluasi penggunaan humor dengan setiap individu klien.
sumber:
Nurjannah, Intansari, 2001, Hubungan Perawat dan Klien, PSIK UGM, Yogyakarta

Tidak ada komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...