Minggu, 23 Oktober 2011

Stikes, Studi Guide Blok XIII Muskuloskeletal

I. INTRODUKSI Mata ajaran ini membahas tentang masalah kesehatan yang lazim terjadi pada usia anak, dewasa, ibu hamil dan gerontik akut, maupun kronik yang meliputi gangguan fungsi tubuh mencakup gangguan sistem Muskuloskletal dan ilmu-ilmu yang terkait : anatomi, fisiologi, biokimia, fisika, patofisiologi. Metodologi keperawatan, issue etik keperawatan, farmakologi, dokumentasi keperawatan, penelitian, tumbuh kembang yang berkaitan dengan sistem muskuloskeletal.
II. STANDAR KOMPETENSI : Mahasiswa diharapkan dapat menerapkan asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan muskuloskeletal pada segala usia dengan menggunakan langkah-langkah proses keperawatan. III. KOMPETENSI DASAR 1. Mahasiswa dapat menjelaskan anatomi dan fisiologi sistem muskuloskeletal. 2. Mahasiswa dapat menjelaskan konsep patofisiologi pada sistem muskuloskeletal 3. Mahasiswa dapat menjelaskan prinsip body mekanik dan body alignment dan aplikasinya dalam asuhan keperawatan 4. Mahasiswa dapat memberikan asuhan keperawatan pada system musculoskeletal dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan, meliputi pengkajian, perumusan diagnosa keperawatan, intervensi , implementasi dan evaluasi. 5. Mahasiswa dapat menerapkan komunikasi terapeutik dalam memberikan asuhan keperawatan 6. Mahasiswadapat menerpkan nilai profesional dan etika profesi keperawatan dalam memberikan asuhan 7. Mahasiswa dapat melakukan pendidikan kesehatan pada individu, keluarga, dan masyarakat terkait dengan gangguan sistem muskuloskeletal 8. Mahasiswa dapat melakukan riset keperawatan sederhana yang menunjang pada sistem muskuloskeletal IV. TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah mengikuti berbagai kegiatan akademik pada blok ini, maka diharapkan mahasiswa : 1. Mampu melakukan asuhan keperawatan pada klien dengan gangguan sistem muskuloskeletal pada setiap tahap perkembangan. 1. Mampu mengelola klien dengan masalah / gangguan sistem muskuloskeletal pada setiap tahap perkembangan. 2. Mampu memberikan penyuluhan / pendidikan kesehatan pada klien dengan gangguan sistem muskuloskeletal pada setiap tahap perkembangan. 3. Mampu menganalisa perubahan yang terjadi pada klien yang mengalami gangguan/perubahan sistem muskuloskeletal pada setiap tahap perkembangan. 4. Mampu memberikan asuhan keperawatan pada keluarga di masyarakat dengan memperhatikan etik dan nilai-nilai social budaya serta keyakinan klien melalui komunikasi yang efektif dan terapeutik V. JENIS KEGIATAN Kegiatan blok ini terdiri dari diskusi tutorial, kuliah, diskusi, skill practice dan kunjungan dan kegiatan lapangan (rumah sakit) dengan penugasan. Sebelum kegiatan tersebut dilakukan, mahasiswa diminta membuat kontrak belajar yang berisi tanggung jawab dalam kedisiplinan, berperilaku dan penyelesaian tugas-tugas tertentu. Untuk lebih detailnya kegiatan-kegiatan selama blok ini akan dijelaskan sebagai berikut : 1. Diskusi Tutorial Kegiatan diskusi tutorial merupakan kegiatan utama dalam pembelajaran metode problem based learning. Dalam kegiatan diskusi tutorial mahasiswa dihadapkan pada masalah yang terkait dengan blok. Masalah tersebut ditampilkan dalam skenario yang mengangkat kasus tertentu. Kegiatan diskusi dilakukan seminggu tiga kali. Pertemuan pertama hanya melakukan brainstorming untuk mengidentifikasi istilah atau key word dan menetapkan masalah serta membagi tugas untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan atau memahami masalah. Pada pertemuan kedua diskusi mahasiswa mulai menyampaikan pendapat dan melontarkan jawaban berdasarkan referensi sesuai dengan tugasnya. Pertemuan terakhir mahasiswa menyelesaikan pertanyaan yang belum terjawab sekaligus melakukan pendalaman dan critical appraisal. 2. Kuliah Kuliah diberikan sesuai dengan jadwal dengan total jam 3 minggu sebesar 14 jam tatap muka. Tujuan kuliah adalah untuk memberikan dasar pemahaman atau konsep ilmu tertentu yang sangat penting dalam membantu mahasiswa memahami masalah atau skenario. Kuliah ini diberikan oleh pakar di bidangnya masing-masing sesuai dengan topik kuliah dalam rangka mendukung pencapaian kompetensi dalam blok. 3. Jigsaw Tujuan dilakukan jigsaw agar mahasiswa mampu menyampaikan sesuatu meteri secara jelas, menjawab pertanyaan yang diajukan. Sehingga mahasiswa akan terbiasa menyampaikan dan menjawab pertanyaan yang diajukan oleh pasien atau kelurgannya secara ilmiah. 4. Skill Practice Kegiatan skill practice/ latihan ketrampilan bertujuan untuk memberikan berbagai ketrampilan yang relevan dengan tema blok. Ketrampilan tersebut sangat diperlukan nantinya dalam menjalankan perannya di pelayanan keperawatan/ masyarakat kelak baik sebagai tenaga kesehatan maupun anggota masyarakat. Dalam blok sistem muskuloskeletal akan diberikan beberapa latihan ketrampilan seperti komunikasi efektif dalam memberikan informasi, membuat keputusan kolaborasi dan kerjasama dengan sejawat. 5. Kegiatan Lapangan Tujuan kegiatan lapangan blok sistem muskuloskeletal adalah setiap hari 3 hari pada minggu ketiga. Tujuan kegiatan ini adalah untuk membekali mahasiswa dengan nilai-nilai islam yang sesuai dengan profesi ners. Kegiatan lapangan dilakukan dengan berbagai bentuk kegiatan : 6. Kultum 7. Membaca Al-Qur’an 8. Sholat berjama’ah 9. Simulasi Kasus VI. TUGAS DAN KEWAJIBAN MAHASISWA Dalam proses diskusi tutorial mahasiswa memegang peran utama. Dalam PBL mahasiswa ditempatkan sebagai individu yang tahu kebutuhan belajarnya sehingga mereka harus bisa memanfaatkan sumber belajar dengan baik seperti buku, internet, pasien, dosen dan jurnal. Metode PBL menerapkan konsep student center learning dimana mahasiswa sebagai subyek pendidikan harus aktif dalam belajar mandiri secara individu dan kelompok dalam memahami masalah atau skenario. Mahasiswa tidak terbatas hanya mendapatkan materi ilmu pengetahuan dari dosen. Dosen hanya menjadi salah satu sumber belajar dari sekian banyak sumber belajar yang tersedia. Mahasiswa harus dituntut aktif untuk membaca dan mengakses informasi sesuai dengan tujuan belajar dalam blok untuk mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya. Dengan adanya skenario yang berisi masalah dalam praktek ners diharapkan akan mendorong mahasiswa untuk menelusuri referensi sebanyak mungkin sehingga bisa mengembangkan pengetahuan mahasiswa itu sendiri. Mahasiswa juga dituntut untuk selalu antusias dalam membaca buku referensi dan mampu memotivasi diri untuk selalu belajar. Langkah-langkah yang harus ditempuh oleh seorang mahasiswa untuk menunjang keberhasilan diskusi tutorial adalah sebagai berikut : a. Membaca dan memahami tujuan blok ini. b. Membaca dan memahami scenario yang sudah diberikan dengan cermat, sehingga mampu menentukan prioritas masalah yang dihadapi c. Menetapkan prioritas masalah yang dihadapi d. Mengemukakan pendapat sebanyak-banyaknya tentang kemungkinan penyebab masalah tersebut dan mencari jalan keluarnya e. Mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut f. Membuat simpulan tentang apa yang didiskusikan g. Selalu melakukan re-check atas hasil diskusi dengan referensi h. Aktif dan terampil dalam mengemukakan pendapat dan gagasan i. Mengerjakan tugas yang diberikan tutor untuk pengayaan materi VII. TUTOR Dalam kegiatan diskusi tutorial, tutor berperan sebagai fasilitator dalam proses pembelajaran mahasiswa. Tutor tidak harus seorang ahli mengenai masalah yang dibahas dalam diskusi akan tetapi tutor berperan dalam memandu mahasiswa untuk mencapai tujuan belajar. Interaksi tutor dan mahasiswa harus berjalan intensif yang diperlukan dalam menciptakan dinamika kelompok yang baik. Tutor perlu membekali diri dengan beberapa hal penting demi kelancaran diskusi dan tercapainya kelompok yang efektif. Diantara bekal yang penting itu antara lain : a. Dasar-dasar pendidikan secara teori atau praktek b. Memahami dinamika kelompok c. Memahami penilaian belajar, baik dasar penilaian, metode penilaian atau evaluasi d. Memahami sumber belajar dan cara mengakses informasi dengan cepat dan tepat e. Ketrampilan manajerial VIII. SEVEN JUMPS Untuk melaksanakan Problem Based Learning, ada 7 langkah (seven jumps) yang bisa ditempuh untuk mencapai tujuan pembelajaran. Ketujuh langkah tersebut adalah 1. Identifikasi dan klarifikasi istilah dalam skenario. 2. Menetapkan masalah. Masalah adalah hal apapun dalam skenario dan yang berkaitan, yang dituangkan dalam bentuk pertanyaan, pernyataan atau hipotesis. 3. Menganalisis masalah (merinci dan menjelaskan masalah dengan brainstorming berdasar prior knowledge) 4. Mengorganisir penjelasan masalah secara skematik (mind mapping, flowchart, dll bukan narasi) 5. Menetapkan tujuan belajar 6. Belajar mandiri. Untuk mencapai tujuan belajar berdasar sumber informasi 10. Memaparkan, membahas, dan menata kembali informasi yang diperoleh. IX. EVALUASI DAN SISTEM PENILAIAN Pada prinsipnya sistem penilaian dilakukan untuk menilai pencapaian kompetensi oleh mahasiswa selama mengikuti proses pembelajaran. Aspek yang dinilai meliputi ranah kognitif, afektif dan psikomotor. Sistem penilaian bersifat proporsional artinya penilaian pencapaian kompetensi oleh mahasiswa dalam satu kegiatan pembelajaran sesuai dengan prosentase distribusi tujuan pembelajaran blok dalam tiap kegiatan blok. Penghitungan nilai akhir blok dilakukan secara digital dengan program komputer dengan soft ware yang khusus dibuat untuk format penilaian X. KOMPONEN PENILAIAN Nilai yang diperoleh mahasiswa berupa nilai blok (untuk bidang yang berkaitan dengan keperawatan) dan nilai mata kuliah. Nilai blok diperoleh setelah mahasiswa menyelesaikan seluruh kegiatan pembelajaran dalam blok tertentu. Komponen nilai blok adalah sebagai berikut : Nilai Akhir Blok (NA)= NTx25%+NP/TxI15%+NS/Kx15%+NSx10%+NRx15%+NO25% - Berasal dari kuliah kehadiran/ceramah/ diskusi/terutama untuk soal-soal ujian, diskusi kelompok, praktikum, kegiatan pengenalan klinik atau penugasan. - Jumlah soal dari masing-masing materi tersebut berdasarkan prosentase distribusi tujuan pembelajaran blok ke dalam kegiatan blok. - Penanggung jawab : Tim Blok a. Nilai Tutorial - Persentase : 25 % dari blok - Laporan 7 , 4 lapaoran kasus, 3 laporan jigsaw. - Kehadiran tutorial 75 % sebagai syarat untuk penilaian tutorial - Penilaian dilakukan selama proses diskusi yang dibimbing oleh tutor - Penanggung jawab : Tutor Kehadiran kurang dari 75% mahasiswa tidak mendapatkan nilai tutorial b. Nilai Paper/ Tugas Individu : - Persentase : 15 % dari blok - Paper individu materi 5 paper. - Penanggung jawab : Tutor c. Nilai Seminar/Kelompok - Persentase : 10 % dari blok. - Presentasi 1 kali - Penanggung jawab : Dosen pembimbing d. Nilai Kegiatan Lapangan (Sholat Berjama’ah). - Sholat Jama’ ah minimal 2 kali perminggu selama 3 minggu. - Resume kultum minimal 1 kali perminggu selama 3 minggu. - Persentase : 10 % dari nilai blok - Penanggung jawab : Tutor e. Ujian Responsi (UR) - Responsi 1 kali perminggu selama 3 minggu - Persentase : 15% - Syarat kehadiran mahasiswa 75% . - Jumlah soal 6 kasus : 6 kasus sistem Muskuloskeletal - Materi soal dari kuliah dan diskusi tutorial. - Penanggung Jawab : Tutor f. Ujian Objective Skill Comprehensive Assesment (OSCA) NO 25% - Ujian Osca dilaksanakandi akhir minggu ke III REFERENSI Gatford, J. & Anderson, R. (1998). Nursing calculations. (5th ed.). Edinburgh: Churchill Livingstone. Mansjoer Arif, 2000, Kapita Selekta Kedokteran, Jilid 2, Media Aesculapius : Jakarta Rauf , Syarifuddin, 2002, Catatan Kuliah Nefrologi Anak, Bagian Ilmu Kesehatan Anak, FK UH : Makssar Smeltzer, Suzanne C, 2001, Keperawatan Medikal Bedah Brunner & Suddarth, edisi 8, Volume 2, EGC : Jakarta Long, B.C. Essential of medical – surgical nursing : A nursing process approach. Alih bahasa : Yayasan IAPK. Bandung: IAPK Padjajaran; 1996 (Buku asli diterbitkan tahun 1989) Smeltzer, S.C. & Bare, B.G. Brunner and Suddarth’s textbook of medical–surgical nursing. 8th Edition. Alih bahasa : Waluyo, A. Jakarta: EGC; 2000 (Buku asli diterbitkan tahun 1996) Reeves, C.J., Roux, G., Lockhart, R. Medical – surgical nursing. Alih bahasa : Setyono, J. Jakarta: Salemba Medika; 2001 (Buku asli diterbitkan tahun 1999) Corwin, E.J. Handbook of pathophysiology. Alih bahasa : Pendit, B.U. Jakarta: EGC; 2001 (Buku asli diterbitkan tahun 1996) Price, S.A. & Wilson, L.M. Pathophysiology: Clinical concept of disease processes. 4th Edition. Alih bahasa : Anugerah, P. Jakarta: EGC; 1994 (Buku asli diterbitkan tahun 1992) Doengoes, M.E., Moorhouse, M.F., Geissler, A.C. Nursing care plans: Guidelines for planning and documenting patients care. Alih bahasa: Kariasa,I.M. Jakarta: EGC; 2000 (Buku asli diterbitkan tahun 1993) Reeves, C.J., Roux, G., Lockhart, R. Medical – surgical nursing. Alih bahasa : Setyono, J. Jakarta: Salemba Medika; 2001(Buku asli diterbitkan 2001 ) McFarland, G. & McFarlane, E. (1997). Nursing diagnosis & intervention: planning for patient care. (2nd ed.). St Louis: Mosby. Crisp, J., & Taylor, C. (2001). Potter & Perry’s fundamentals of nursing. Sydney: Mosby. Lewis, S., Heitkemper, M. & Dirksen, S. (2000). Medical-surgical nursing assessment and management of clinical problems. St Louis: Mosby. Galbraith, A., Bullock., & Manias, E. (2001). Fundamentals of pharmacology. (3rd ed) French’s Forest: Prentice Hall.

Tidak ada komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...