Jumat, 25 November 2011

Asuhan Keperawatan Pada Pasien dengan Epilepsi


Konsep Dasar Epilepsi
1. Arti Epilepsi
            Epilepsi adalah gangguan kronik otak dengan ciri timbulnya gejala-gejala yang datang dalam serangan serangan, berulang ulang yang disebabkan lepas muatan listrik abnormal sel-sel saraf otak yang bersifat reversible dengan berbagai etiologi.
           
            Serangan adalah suatau gejala yang timbulnya tiba-tiba dan menghilang secara tiba-tiba pula.

2. Faktor Presipitasi
            Faktor Presipitasi adalah faktor yang mempermudah terjadinya serangan, yaitu:
  1. Faktor sensoris            : cahaya yang berkedap-kedip, bunyi-bunyi yang mengejutkan, air panas.
  2. Faktor sistemis            : demam, penyakit infeksi, obat-obat tertentu misalnya golongan fenoliazin, klorpropamid, hipoglikeumia, kelelahan fisik.
  3. Faktor mental              : stres, gangguan emosi.

3 Etiologi
a. Idiopatik            :sebagian besar epilepsi pada anak adalah epilepsi idiopatik.
b. Faktor herediter  :ada beberapa penyakit yang bersifat herediter yang disertai bangkitan kejang seperti sklerosis liberosa, neurofikromatosis, angiomomatosis ensefarotrigeminal, fenilketunoria, hipoparatiradisme, hipoglikeumia.
c. Faktor Genetik    :pada kejang demam dan breath holding spell
d. Kelainan konginetal otak :atrofi, forensafali, agenesis korpus kolosum
e. Gangguan  metabolik :hipoglikeumia, hipokalsemia, hiponatremia, hipernatremia.
f. Infeksi  :radang yang disebabkan bakteri atau virus pada oto dan selaputnya, foksoplasmosis
g. Trauma  :kontusioserebri, hemaloma subaraknoid, hemaloma subdural.
h. Neoplasma otak dan selaputnya
i. Kelainan pembuluh darah, malformasi, penyakit kolagen.
j. Keracunan    :timbal (PB), kamper (kapur barus) fenotiazin, air.
k. Lain-lain  :penyakit darah, gangguan keseimbangan hormon , degenerasi serebral dan lain-lain

4. Patofisiologi
            Secara umum, epilepsi terjadi arena menurunnya potensial membran sel saraf akibat proses patologik dalam otak, gaya mekanik atau tosik, yang selanjutnya menyebabkan terlepasnya muatan listrik dari sel saraf tersebut. Penimbunan acetilkolin setempat harus mencapai konsentrasi tertentu untuk dapat merendahkan potensial membran sehingga lepas muatan listrik dapat terjadi.
            Pada epilepsi (diopatik, tipe grand mal, secara primer muatan listrik dilepaskan oleh nuklea intralaminares talami. Input dari vortex selebri melalui lintasan aferen aspesifik itu menentukan dengan kesadaran bila mana sama sekali tidak ada input maka timbulah koma.
            Pada grand mal, oleh karena sebab yang belum dapat dipastikan, terjadilah lepas muatan listrik dari inti-inti intralaminan talamik secara berlebihan. Perangsanagn talamortikalyang berlebihan ini menghasilkan kejang seluruh tubuh dan sekaligus menghalangi sel-sel saraf yang memelihara kesadaran menerima imfulse aferen dari dunia luar sehingga kesadaran hilang

5 Manifestasi Klinis

            Epilepsy (ILAE) tahun 1981, klasifikasi epilepsi sebagai berikut :
I. Sawan Parsial (Fokal, lokal)
A.    Sawan Parsial Sederhana, sawan parsial dengan kesadaran tetap normal
1. Dengan gejala motorik
a.       Fokal motorik tidak menjalar ; sawan terbatas pada satu bagian tubuh.
b.      Fokal motorik menjalar : sawan dimulai dari bagian tubuh dan menjalar meluas kedaerah lain.

2. Dengan gejala somatosensoris : sawan disertai halusinasi sederhana yang mengenai kelima panca indera dan bangkitan yang disertai vertigi
a.       Somatosensoris : timbul rasa kesemutan atau seperti ditusuk-tusuk jarum.
b.      Visual : terlihat cahaya
c.       Diserti Vertigo
3. Dengan gejala atau tanda gangguan saraf otonom (Sensasi efigastrium, pucat, berkeringat, membera, piloereksi, dilatasi pupil)
4. Dengan gejala psikis
    1. Disfasia           : gangguan bicara misalnya mengulang suku      kata, kata atau bagian klimat.
    2. Disemnesia ; gangguan proses ingatan misalnya seperti sudah mengalkami, mendengar, melihat atau sebaliknya tidak pernah mengalami
    3. Kognitif : gangguan orientasi waktu, meras diri berubnah
    4. Apektif : merasa sangat senang, susah, marah, takut
    5. Ilusi : perubahan persepsi benda yang dilihat tampak lebih kecil atau lebih besar
    6. Halusinasi : mendengar ada yang bicara, musik, melihat suatu penomena tertentu dan lain-lain

B. Sawan Parsial Kompleks (disertai gangguan kesadaran)
1.      Serangan Parsial sederhana diikuti gangguan kesadaran : keasadaran mula-mula baik kemudian menurun
b.Dengan gejala parsial sederhana
c. Dengan automatisme, yaitu gerakan-gerakan, prilaku yang timbul dengan sendirinya
2.Dengan penurunan kesadaran sejak serangan, kesadaran menurun sejak permulaan serangan.
a.       Hanya dengan penurunan kesadaran
b.      Dengan automatisme

C. Sawan Parsial yang berkembang menjadi bangkitan umum (Tonik klonik, tonik, klonik)
1.      Sawan parsial sederhana yang berkembang menjasdi bangkitan umum
2.     Sawan parsial kompleks yang berkembang menjadi nbangkitan umum
3.    Sawan parsial sedrhan yang menjadi bangkitan parsial kompleks lalu berkembang menjadi bangkitan umum.
4.      Sawan Umum (Konvulsif atau nonkonvulsif)


II. Sawan Umum
A.1. Sawan Lena (Absance)
      Pada sawan ini, kegiatan yang sedang dikerjakan terhenti, muka tampak membengong, bola mata dapat memutar keatas, tidak ada reaksi bila diajak bicara.
2. Lena Tak Khas
      Dapat disertai,
a.       Gangguan tonus yang lebih jelas
b.      Permulaan dan berakhirnya bangkitan tidak mendadak

B. Sawan Mioklonik
            Terjadi kontraksi mendadak, sebentar, dapat kuat atau lemah sebagian otot atau semua otot. Otot, sekali atau berulang-ulang. Bangkitan ini dapat dijumapai pada semua umur

C. Sawan Klonik
Pada sawan ini tidak ada komponen tonik, hanya terjadi kejang kelojot. Dijumpai terutama sekali pada anak-anak

D. Sawan Tonik
            Pada sawan ini tidak ada komponen klonik, oto-otot hanya menjadi kaku, juga terdapat pada anak

E. Sawan Tonik Klonik
            Sawan ini sering dijumpai pada umur diatas balita yang terkenal dengan nama grand mal
Pasien mendadak jatuh pingsan, otot-otot seluruh badan kaku. Mungkin pula pasien kencing ketika mendapat serangan.

F. Sawan Atonik
            Pada keadaan ini otot-otot seluruh badan mendadak melemas sehingga pasien terjatuh, kesadaran dapat tetap baik atau menurun sebentar. Sawan ini terutama sekali dijumpai pada anak-anak




III. Sawan Tak Tergolongkan
Termasuk golongan ini ialah bangkitan pada bayi berupa gerakan bola mata yang ritmik, megunyah-ngunyah gerakan seperti berenang, menggigil, atau pernafasan yang mendadak terhenti sementara.


 B. ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN EPILEPSI



1. Pengkajian
1). Riwayat Penyakit
            Manifestasi klinis epilepsi berpariasi tergantung pada keterbatasan ADL atau aktifitas sehari-hari yang terganggu.
            Tanyakan faktor presipitasi dan mekanisme koping yang digunakan
2). Kaji umur, jenis kelamin, dan riwayat penyakit yang sama dalam keluarga
3). keluhan utama mencakup :
-   Kejang
-    Resiko injuri
-     Jalan nafas tidak efektif
4). Pemeriksaan fisik
-          Amati penampilan umum klien ; yang meliputi keadaan umumdan kesadaran
-          Kaji TTV klien
-          Kaji sistem integumen klien yang meliputi kuku, kulit, rambut, dan wajah
-          Kaji sitem pulmonary
-          Kaji sistem kardiovaskular
-          Kaji gastrointestiral
-          Kaji metabolik
-          Kaji sistem neurologi
-          Kaji sistem miskulos keletal
-          Kaji sistem reproduksi
-          Data penunjang :         Pemeriksaan hematologi dan serologi
Pencitraan CFT
EEG® Type kejang

2. Diagnosa Keperawatan
            Diagnosa keperawatan utama yang dapat dijumpai pada klien dengan epilepsi, yaitu :
1).      Gangguan rasa nyaman : ketakutan sehubungan dengan kemungkinan yang terjadi setelah kejang
2).      Koping tidak efektif sehubungan dengan stres
3).      Kurangnya pengetahuan tentang epilepsi

3. Perencanaan Keperawatan
  • Diagnosa  : gangguan rasa nyaman : ketakutan sehubungan dengan kemungkinan yang terjadi setelah kejang
Tujuan : mengurangi rasa takut terhadap kejang
-                      Dorong klien untuk mematuhi terapi yang dijalani sehingga meningkatkan kesadaran klien dalam menjalani terapi
-                      Kontril kejang dan kerja sama dengan klien dan keluarga untuk mengenali dan menghindari faktor presifikasi
-                      Atur dan anjurkan gaya hidup teratur, reguler seperti diet, latihan, istirahat, aktifitas
-                      Hindari stimulasi fotik

·         Diagnosa  : Koping tidk efektif sehubungan dengan stres
Tujuan : Memperbaiki mekanisme koping
Intervensi keperawatan
-      Diskusikan dengan klien dan keluarga untuk membantu klien memahami kondisi dan keterbatasan

·        Diagnosa : Kurangnya pengetahuan tentang epilepsi
Tujuan :
Intervensi keperawatan
- Anjurkan klien untuk selalu memakai atau membawa tanda tertentu yang menjelaskan bahwa klien pasien epilepsi.
-   Anjurkan Klien untuk selalu merawat kebersihan mulut terutama pasien yang menggunakan fenitoin
-   Beritahu atau informasikan tentang pengetahuan atau informasi epilepsi

4. Evaluasi
            Hasil yang diharapkan setelah dilakukan intervensi perawatan, diantaranya :
  1. )Jalan nafas kembali efektif
  2. )Tidak terjadi cedera
  3. )Mempertahan kan kontrol kejang
    1. Mengikuti program pengobatan dan mengidentifikasi bahaya obat
    2. Mengidentifikasi bahaya obat
    3. Dapat menghindari faktor atau situasi yang dapat menimbulakn kejang
    4. Mengikuti gaya hidup hemat
  4. )Meningkatnya penyesuaian psikososial dengan mendiskusikan perasaan
  5. )Meningkatkan pengetahuan dan pengertian tentang epilepsi
  6. )Bebas dari kejang dan komplikasi status epileptikus

Kamis, 24 November 2011

All About Gondongan (Mumps or Parotitis)

Penyakit Gondongan (Mumps atau Parotitis) adalah suatu penyakit menular dimana sesorang terinfeksi oleh virus (Paramyxovirus) yang menyerang kelenjar ludah (kelenjar parotis) di antara telinga dan rahang sehingga menyebabkan pembengkakan pada leher bagian atas atau pipi bagian bawah.

Penyakit gondongan tersebar di seluruh dunia dan dapat timbul secara endemic atau epidemik, Gangguan ini cenderung menyerang anak-anak yang berumur 2-12 tahun. Pada orang dewasa, infeksi ini bisa menyerang testis (buah zakar), sistem saraf pusat, pankreas, prostat, payudara dan organ lainnya.

Adapun mereka yang beresiko besar untuk menderita atau tertular penyakit ini adalah mereka yang menggunakan atau mengkonsumsi obat-obatan tertentu untuk menekan hormon kelenjar tiroid dan mereka yang kekurangan zat Iodium dalam tubuh.


  • Penularan Penyakit Gondongan

  • Penyakit Gondong (Mumps atau Parotitis) penyebaran virus dapat ditularkan melalui kontak langsung, percikan ludah, bahan muntah, mungkin dengan urin. Virus dapat ditemukan dalam urin dari hari pertama sampai hari keempat belas setelah terjadi pembesaran kelenjar.

    Penyakit gondongan sangat jarang ditemukan pada anak yang berumur kurang dari 2 tahun, hal tersebut karena umumnya mereka masih memiliki atau dilindungi oleh anti bodi yang baik. Seseorang yang pernah menderita penyakit gondongan, maka dia akan memiliki kekebalan seumur hidupnya.


  • Tanda dan Gejala Penyakit Gondongan

  • Tidak semua orang yang terinfeksi oleh virus Paramyxovirus mengalami keluhan, bahkan sekitar 30-40% penderita tidak menunjukkan tanda-tanda sakit (subclinical). Namun demikian mereka sama dengan penderita lainnya yang mengalami keluhan, yaitu dapat menjadi sumber penularan penyakit tersebut.

    Masa tunas (masa inkubasi) penyakit Gondong sekitar 12-24 hari dengan rata-rata 17-18 hari. Adapun tanda dan gejala yang timbul setelah terinfeksi dan berkembangnya masa tunas dapat digambarkan sdebagai berikut :
    1. Pada tahap awal (1-2 hari) penderita Gondong mengalami gejala: demam (suhu badan 38.5 – 40 derajat celcius), sakit kepala, nyeri otot, kehilangan nafsu makan, nyeri rahang bagian belakang saat mengunyah dan adakalanya disertai kaku rahang (sulit membuka mulut).
    2. Selanjutnya terjadi pembengkakan kelenjar di bawah telinga (parotis) yang diawali dengan pembengkakan salah satu sisi kelenjar kemudian kedua kelenjar mengalami pembengkakan.
    3. Pembengkakan biasanya berlangsung sekitar 3 hari kemudian berangsur mengempis.
    4. Kadang terjadi pembengkakan pada kelenjar di bawah rahang (submandibula) dan kelenjar di bawah lidah (sublingual). Pada pria akil balik adalanya terjadi pembengkakan buah zakar (testis) karena penyebaran melalui aliran darah.


  • Diagnosis Penyakit Gondongan (Mumps atau Parotitis)

  • Diagnosis ditegakkan bila jelas ada gejala infeksi parotitis epidemika pada pemeirksaan fisis, termasuk keterangan adanya kontak dengan penderita penyakit gondong (Mumps atau Parotitis) 2-3 minggu sebelumnya. Selain itu adalah dengan tindakan pemeriksaan hasil laboratorium air kencing (urin) dan darah.


  • Pemeriksaan Laboratorium

  • Disamping leucopenia dengan limfosiotsis relative, didapatkan pula kenaikan kadar amylase dengan serum yang mencapai puncaknya setelah satu minggu dan kemudian menjadi normal kembali dalam dua minggu.

    Jika penderita tidak menampakkan pembengkakan kelenjar dibawah telinga, namun tanda dan gejala lainnya mengarah ke penyakit gondongan sehingga meragukan diagnosa. Dokter akan memberikan order untuk dilakukannya pemeriksaan lebih lanjut seperti serum darah. Sekurang-kurang ada 3 uji serum (serologic) untuk membuktikan spesifik mumps antibodies: Complement fixation antibodies (CF), Hemagglutination inhibitor antibodies (HI), Virus neutralizing antibodies (NT).


  • Komplikasi Akibat Penyakit Gondongan

  • Hampir semua anak yang menderita gondongan akan pulih total tanpa penyulit, tetapi kadang gejalanya kembali memburuk setelah sekitar 2 minggu. Keadaan seperti ini dapat menimbulkan komplikasi, dimana virus dapat menyerang organ selain kelenjar liur. Hal tersebut mungkin terjadi terutama jika infeksi terjadi setelah masa pubertas.

    Dibawah ini komplikasi yang dapat terjadi akibat penanganan atau pengobatan yang kurang dini :
    1. Orkitis ; peradangan pada salah satu atau kedua testis. Setelah sembuh, testis yang terkena mungkin akan menciut. Jarang terjadi kerusakan testis yang permanen sehingga terjadi kemandulan.

    2. Ovoritis : peradangan pada salah satu atau kedua indung telus. Timbul nyeri perut yang ringan dan jarang menyebabkan kemandulan.

    3. Ensefalitis atau meningitis : peradangan otak atau selaput otak. Gejalanya berupa sakit kepala, kaku kuduk, mengantuk, koma atau kejang. 5-10% penderita mengalami meningitis dan kebanyakan akan sembuh total. 1 diantara 400-6.000 penderita yang mengalami enserfalitis cenderung mengalami kerusakan otak atau saraf yang permanen, seperti ketulian atau kelumpuhan otot wajah.

    4. Pankreatitis : peradangan pankreas, bisa terjadi pada akhir minggu pertama. Penderita merasakan mual dan muntah disertai nyeri perut. Gejala ini akan menghilang dalam waktu 1 minggu dan penderita akan sembuh total.

    5. Peradangan ginjal bisa menyebabkan penderita mengeluarkan air kemih yang kental dalam jumlah yang banyak

    6. Peradangan sendi bisa menyebabkan nyeri pada satu atau beberapa sendi.


  • Pengobatan Penyakit Gondongan

  • Pengobatan ditujukan untuk mengurangi keluhan (simptomatis) dan istirahat selama penderita panas dan kelenjar (parotis) membengkak. Dapat digunakan obat pereda panas dan nyeri (antipiretik dan analgesik) misalnya Parasetamol dan sejenisnya, Aspirin tidak boleh diberikan kepada anak-anak karena memiliki resiko terjadinya sindroma Reye

    Pada penderita yang mengalami pembengkakan testis, sebaiknya penderita menjalani istirahat tirah baring ditempat tidur. Rasa nyeri dapat dikurangi dengan melakukan kompres Es pada area testis yang membengkak tersebut. Sedangkan penderita yang mengalami serangan virus apada organ pancreas (pankreatitis), dimana menimbulkan gejala mual dan muntah sebaiknya diberikan cairan melalui infus.

    Pemberian kortikosteroid selama 2-4 hari dan 20 ml convalescent gammaglobulin diperkirakan dapat mencegah terjadinya orkitis. Terhadap virus itu sendiri tidak dapat dipengaruhi oleh anti mikroba, sehingga Pengobatan hanya berorientasi untuk menghilangkan gejala sampai penderita kembali baik dengan sendirinya.

    Penyakit gondongan sebenarnya tergolong dalam "self limiting disease" (penyakit yg sembuh sendiri tanpa diobati). Penderita penyakit gondongan sebaiknya menghindarkan makanan atau minuman yang sifatnya asam supaya nyeri tidak bertambah parah, diberikan diet makanan cair dan lunak.

    Jika pada jaman dahulu penderita gondongan diberikan blau (warna biru untuk mencuci pakaian), sebenarnya itu secara klinis tidak ada hubungannya. Kemungkinan besar hanya agar anak yang terkena penyakit Gondongan ini malu jika main keluar dengan wajah belepotan blau, sehingga harapannya anak tersebut istirahat dirumah yang cukup untuk membantu proses kesembuhan.


  • Pencegahan Penyakit Gondongan (Mumps/Parotitis)

  • Pemberian vaksinasi gondongan merupakan bagian dari imunisasi rutin pada masa kanak-kanak, yaitu imunisasi MMR (mumps, morbili, rubela) yang diberikan melalui injeksi pada usia 15 bulan.

    Imunisasi MMR dapat juga diberikan kepada remaja dan orang dewasa yang belum menderita Gondong. Pemberian imunisasi ini tidak menimbulkan efek apanas atau gejala lainnya. Cukup mengkonsumsi makanan yang mengandung kadar Iodium, dapat mengurangi resiko terkena serangan penyakit gondongan.
    Sumber:
    http://www.infopenyakit.com/

    Rabu, 23 November 2011

    Konsumsi Jus Buah Delima Bikin Awet Muda lho!!!

    Jika anda  ingin mengurangi stres dan mencegah terjadinya penuaan, tampaknya anda harus mengonsumsi jus buah delima (pomegranate) secara teratur. Menurut para ilmuwan, nutrisi yang terkandung dalam buah delima itu dapat mengurangi kecemasan dan mencegah timbulnya penyakit kardiovaskular. Buah delima dapat juga mencegah penyebaran sel kanker.
    BUAH DELIMA
    Konsumsi buah delima secara reguler setiap hari akan memperlambat proses penuaan sel DNA. Dan itulah sebabnya orang bisa tetap menjaga tubuhnya agar tetap lebih muda. Kesimpulan ini diperoleh setelah diadakan penelitian kepada 60 sukarelawan. Mereka diberi asupan ekstrak buah delima yang berbentuk kapsul selama satu bulan.
    Pada saat yang sama, para ilmuwan yang dipimpin oleh Dr Sergio Streitenberger juga memantau aktivitas dari kandungan kimia di dalam tubuh dan membandingkannya dengan aktivitas dari sebuah kelompok yang tidak mengonsumsi ekstrak buah delima. Seperti dikutip dari Genius Beauty, para peneliti menemukan sebuah pengurangan yang signifikan dalam konsentrasi penanda 8-Oxo-DG, yang terkait dengan kerusakan sel yang menyebabkan gangguan dalam aktivitas otak, otot, hati, dan ginjal. Gangguan pada organ membuat kulit cepat keriput.
    Para ilmuwan percaya bahwa hal itu terjadi melalui proses oksidasi dari sel DNA. Lebih lanjut, buah delima itu kaya akan vitamin A,C,E, zat besi, dan antioksidan, yang mampu menetralisir radikal bebas.
    sumber 
    http://republika.co.id



    Buah delima memiliki kandungan antioksidan yang tinggi, bahkan kandungan antioksidan yang terdapat dalam buah tersebut lebih tinggi daripada kandungan antioksidan yang terdapat dalam teh hijau ataupun minuman anggur merah.
    Manfaat antioksidan bagi tubuh kita adalah bahwa antioksidan dapat membantu tubuh kita dalam menghadapi serangan penyakit jantung. Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa sakit jantung merupakan salah satu dari sekian banyak penyakit kritis yang perlu kita waspadai.
    JANTUNG
    Kandungan antioksidan juga dapat membantu kita mengurangi risiko terkena sakit kanker. Kanker dan sakit jantung merupakan dua dari sekian banyak penyakit yang paling berisiko dan dapat menyebabkan kematian. Bahkan kedua jenis penyakit kritis ini dianggap sebagai penyakit yang paling berbahaya dan mengancam kehidupan kita.
    Selain kedua penyakit tersebut, kandungan antioksidan juga dapat membantu kita dalam mengatasi kolesterol berlebih. Itulah beberapa dari sekian banyak manfaat yang dimiliki oleh buah delima ini dalam membantu menjaga kesehatan tubuh kita.

    Bagaimana bisa wajah kita tampak lebih Tua?


    Proses penuaan merupakan proses alamiah yang dialami oleh semua orang. Namun, tidak semua orang bisa menerima kenyataan ini. Tidak sedikit dari mereka yang melakukan berbagai cara untuk menghindari terjadinya penuaan. Apalagi, bila proses penuaan itu terjadi sebelum waktunya, atau biasa disebut penuaan dini.
    Usia baru memasuki 30 tahun, tetapi di sekitar mata sudah ada garis-garis halus yang membentuk keriput (crow's feet). Sudut bibir, leher, atau punggung tangan, juga sudah menampakkan kerutan-kerutan.

    Pada dasarnya, ada beberapa hal yang menyebabkan kita menua, atau terlihat lebih tua. Berikut beberapa penyebab penuaan:
    1. Jam biologis, yaitu proses penuaan yang terjadi secara alami, seiring bertambahnya usia. Hal ini tidak bisa kita hindari. Ketika kulit wajah menjadi kusam, kering, atau lebih cekung, karena kulit memang telah kehilangan kekenyalannya.
    2. Ekspresi.
    Semakin ekspresif seseorang, ternyata kulitnya menjadi makin mudah menipis. Gelombang yang terlihat pada kulit semakin dalam, banyak, dan memanjang. Anda tentu pernah mendengar, orang yang kerap mengerutkan kening (entah karena silau atau sedang berpikir keras), akan membuat keningnya lebih cepat keriput. Orang yang sering tertawa akan membuat lipatan tawa (smiling lines) atau lipatan sudut matanya makin jelas terlihat.
    3. Kebiasaan tertentu.
    Seringkali kita tidak sadar telah melakukan kebiasaan buruk yang membuat kulit kita bahkan keriput di satu sisi saja. Misalnya, orang yang punya kebiasaan tidur menyamping di satu sisi saja, biasanya pipi yang menempel di bantal lebih cepat keriput. Orang yang suka minum dengan sedotan, atau sering merokok, otot bibirnya akan cenderung tertarik ke depan.
    "Begitu juga dengan orang yang suka ngemil, ototnya kan seperti dilatih untuk mengunyah yang keras-keras daripada mengunyah yang lunak," tutur dr Olivia Ong, Dipl.AAAM, dokter ahli antiaging, saat talkshow "Discover Your Unknown Potential Beauty" di kliniknya di kawasan jalan Terusan Hang Lekir, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (23/11/2011).
    Selain itu, kebiasaan duduk yang kurang baik, seperti sering bersandar atau membungkuk, secara tidak langsung akan memengaruhi bentuk postur tubuh Anda kelak.
    4. Gravitasi bumi.
    Daya tarik bumi membuat kulit wajah maupun anggota tubuh yang lain menjadi tertarik ke bawah, alias melorot. Biasanya yang paling cepat terlihat adalah pipi, lipatan di bawah dagu, dan tentunya payudara. Maka, tidak usah heran ketika menyadari payudara mulai kendur (sagging).
    5. Gaya hidup.
    Anda perokok dan peminum alkohol? Asal tahu saja, racun dan radikal bebas yang terkandung dalam keduanya bisa menyerang sel-sel kulit, membuat kulit sedikit lambat untuk mengganti selnya yang mati. Ini membuat kulit cepat kering, keriput, dan kusam. "Kurang olahraga, dan diet (pola makan) yang kurang bagus juga akan membuat kita cepat tua," ujar Olivia lagi.
    Namun teknologi dalam dunia kecantikan kini telah membuat para ahli kecantikan mampu memperlambat atau mengatasi berbagai gejala penuaan ini. Contohnya, prosedur Botox atau injeksi filler, yang berfungsi untuk mengurangi keriput dan garis-garis penuaan pada wajah, ataupun kerut.
    sumber:
    http://TRIBUNnews.com

    Selasa, 22 November 2011

    Mencegah Penuaan dengan diet Rendah Kalori>>>


    Penuaan memang pasti akan terjadi pada setiap orang. Akan tetapi, ternyata dengan diet rendah kalori, proses penuaan ini bisa diperlambat. Bagaimana bisa?
    Penuaan pada sel tubuh dikaitkan dengan semakin pendeknya telomer. Telomer merupakan bagian ujung dari DNA yang menjaga supaya sel-sel tubuh tetap hidup. Secara alami, sel-sel tubuh akan mengalami pembelahan untuk regenerasi. Namun, sayangnya setiap kali mengalami pembelahan, bagian telomer ini akan semakin pendek. Bila pada suatu titik, proses pemendekan ini terjadi terus menerus, kematian sel akan berlangsung cepat yang berakibat memperpendek usia seseorang. Telomer yang semakin pendek juga dihubungkan dengan peningkatan risiko terkena penyakit tua seperti dementia atau kepikunan menjadi 100 kali lebih besar dan laju kematian yang lebih tinggi akibat kanker dan penyakit jantung (2).
    Di dalam tubuh kita, terdapat enzim telomerase yang membantu supaya ujung telomer memanjang kembali sehingga sel-sel tubuh tetap hidup. Namun, sayangnya semakin bertambahnya umur jumlah enzim ini juga akan menurun. Stress yang kita alami juga menyebabkan aktivitas telomerase menurun dan telomer memendek lebih cepat (4).
    Sebuah penelitian yang diterbitkan di Rejuvenation Research tahun 2009 membuktikan dalam hasil penelitiannya bahwa penurunan berat tubuh dan jumlah lemak dengan cara diet rendah kalori pada laki-laki yang mengalami obesitas berhubungan dengan peningkatan panjang telomer. Pada penelitian tersebut, ditunjukkan pula bahwa orang dengan penurunan berat badan dan massa lemak paling besar memiliki peningkatan panjang telomer paling besar (3). Sehingga pada penelitian tersebut disimpulkan bahwa orang yang melakukan diet rendah kalori menghasilkan penurunan berat badan yang mempengaruhi panjang telomer dan menurunkan kerusakan DNA.
    Penelitian lain dalam The Lancet Oncology memberikan hasil bahwa orang yang melakukan perubahan gaya hidup dengan mengkonsumsi diet rendah lemak (low-fat diet) dan berjalan kaki minimal 30 menit setiap hari memiliki peningkatan aktivitas telomerase dan panjang telomer. Selain itu, manajemen stress yang baik juga penting, karena dalam penelitian tersebut, terbukti pula bahwa selain dengan diet rendah lemak, dan olahraga yang teratur, tingkat stress yang lebih rendah dapat membantu meningkatkan panjang telomer (5).
    Kalori yang kita asup sehari-hari dapat berasal dari karbohidrat, protein dan lemak. Berdasarkan penelitian tersebut, dengan membatasi kalori yang kita makan sehari-hari akan mempengaruhi peningkatan panjang telomer sehingga akan memperpanjang umur dan usia tua. Oleh karena itu, ada baiknya kita mulai hidup sehat dengan menjaga konsumsi makanan, berolahraga, dan mengelolastress agar bisa hidup sehat lebih lama.
    References:
    1. Mead MN. 2008. Telomerase tells on lifestyle. Environmental Health Perspectives 116 (12): A521.
    2. Calado RT and Young NS. 2009. Telomere Diseases. N Engl J Med 361:2353-65.
    3. O’Callaghan NJ, Clifton PM, Noakes M, and Fenech M. 2009. Weight Loss in Obese Men Is Associated with Increased Telomere Length and Decreased Abasic Sites in Rectal Mucosa. Rejuvenation Res 12 (3): 169-176.
    4. Epel ES, Blackburn EH, Lin J, Dhabhar FS, Adler NE, Morrow JD, and Cawthon RM. 2004. Accelerated telomere shortening in response to stress. PNAS 101 (49): 17312-17315
    5. Ornish D, Lin J, Daubenmier J, Weidner G, Epel E, Kemp C, Magbanua MJM, Marlin R, Yglecias L, Carroll PR, Blackburn EH. 2008. Increased telomerase activity and comprehensive lifestyle changes: a pilot study. Lancet Oncol 9: 1048–57
    6. sumber
    7. http://www.tropicanaslim.com

    Negara China Butuh Donor Sperma..Siapa Mau

    CHINA kini tengah menghadapi kekurangan donor sperma, terlebih kualitas sperma menambah masalah ketidaksuburan. Kehidupan yang sibuk, stres di tempat kerja, serta perubahan lingkungan dengan lebih banyak paparan polusi dan paparan radiasi memengaruhi kesuburan. 

    Di Shanghai, sekitar 2.500 pasangan mencari donor sperma setiap tahunnya, tapi mereka harus menunggu sampai tiga tahun untuk mendapatkannya. 

    Kepala Bank Sperma Shanghai Li Zheng mengatakan, "Jika Anda datang ke rumah sakit dan melihat pria tanpa sperma atau tidak subur, Anda akan melihat betapa stresnya mereka. Bagi saya, benar-benar sulit untuk menyampaikan berita bahwa ia tidak bisa memiliki anak pada akhir pengobatan. Ini adalah pukulan besar bagi laki-laki. Mereka menghadapi banyak tekanan dan satu-satunya cara membuat istri mereka hamil dan membangun sebuah keluarga adalah dengan mencari sumbangan sperma." 

    Tapi, bank sperma tidak dapat langsung menemukan donor yang cocok untuk memenuhi permintaan itu karena sumbangan sperma haruslah berkualitas tinggi. Keseluruhan proses pemberian donor sperma memakan waktu 9 bulan. 

    Dengan semakin meningkatnya populasi di China, banyak pria yang enggan menjalani keseluruhan proses tersebut dan memilih langsung menuju proses terakhir yang berarti semua upaya sebelumnya akan sia-sia. 

    Adapun pola pikir tradisional juga membuat para pria urung maju sebagai donor. Kecanggungan dan rasa malu adalah beberapa alasan pria China malu menyumbangkan spermanya. 

    Satu orang mengatakan, "Saya akan segera menikah, saya tidak ingin memiliki anak-anak lain di tempat lain di masa depan. Bagaimana jika mereka datang untuk mengakui saya sebagai ayah mereka?" 

    Namun, ada pendapat lain, "Mungkin saya akan mempertimbangkan, tetapi untuk sekarang saya tidak punya banyak waktu untuk melakukan hal ini sebagai bentuk amal." 

    Yang berujar, "Saya pikir tidak apa-apa. Ini seperti menyumbangkan darah." Sekitar 85 persen dari donor sperma saat ini adalah mahasiswa. (Pri/OL-06) 

    http://www.mediaindonesia.com/

    Top Ten Tips Hidup Sehat..


    10 Tips Hidup Sehat

    Dulunya saya itu adalah orang dengan tabiat memakan apa yang saya suka. Pemakan segala mungkin lebih tepatnya. Hal tersebut diperparah lagi dengan kebiasaan olahraga yang sesuka hati. Jadilah saya tidak punya pola hidup yang kurang sehat. Tapi sekarang saya ingin merubahnya. Dan penting dicatat saya tidak mau kurusan, saya hanya ingin sehat.
    Nah, berikut ini ada beberapa tips yang saya dapat dari Prof. Dr. Ir. Made Astawan, MS.
    1. Niat dan sikap tegas
    Ini penting! Niat, semua berawal dari niat. Kalo niat kita pun masih setengah-setengah mending pikir ulang lagi.
    2. Pertahankan frekuensi makan
    Pola makan harus teratur, dan pertahankan begitu terus. Makan jangan didorong oleh mood. Kalau anda berniat makan 5X sehari, yah harus 5X sehari, dengan menyelipkan cemilan sehat di sela-sela sarapan dan makan siang juga antara makan siang dan makan malam. Dan satu lagi jangan pernah melupakan makan pagi.
    3. Ngemil dengan cara sehat
    Ngemillah sesuatu yang sehat. Jangan ngemil yang tidak sehat dan banyak pula. Cobalah ngemil buah atau SOYJOY! Ngemil juga diantara makan pagi dan makan siang juga antara makan siang dan makan malam.
    4. Kunyah makanan dengan lumat
    Makan jangan terburu-buru, kunyahlah makanan dengan lumat.
    5. Jangan kurangi vitamin, mineral dan protein
    Kita memang mengurangi kuantitas makanan kita tapi bukan kandungan gizinya. Coba cari alternatif makanan yang lebih sehat.
    6. Tidur teratur
    Hidup sehat bukan berkutat masalah makanan saja. Kita juga perlu menjaga pola hidup yang sehat, salah satunya tidur yang teratur. Untuk orang dewasa membutuhkan waktu tidur sekitar 6-8 jam sehari. Biar kita juga segar beraktifitas besoknya.
    7. Olahraga secara teratur dan terukur
    Olahragalah secara teratur. Jangan olahraga tergantung ajakan pacar atau tergantung suasana hati. Kalau itu yang terjadi, ga bakal nyampe deh tujuan hidup sehat.
    8. Hindari stress
    Jangan stress, olahlah emosi anda.
    9. Pantau berat badan secara berkala
    Kalau kita olahraga secara berkala, maka kita bisa menimbang dan memantau berat badan kita secara berkala juga, jadi kita tau seberapa besar kemajuan kita.
    10. Target penurunan yang benar
    Target penurunan berat badan yang benar adalah 0,5 – 1 kg / minggu. Jangan terlalu dipaksakan, badan kita juga butuh istirahat.
    Selamat melaksanakan.
    SOYJOY for living with jo
    sumber http://soyjoy.co.id
    Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...