Tampilkan postingan dengan label payudara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label payudara. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Desember 2011

Resiko Kanker Payudara meninkat karena makan roti tawar?


REPUBLIKA.CO.ID, SAN DIEGO - Makan roti tawar dan kentang dapat meningkatkan risiko tumbuhnya kanker payudara. Demikian dikatakan ilmuwan dalam penelitian terbaru yang dilakukan oleh Universitas California, San Diego.
Sebuah studi menemukan bahwa orang yang mengikuti diet kaya pati (amilum) lebih beresiko terkena tumor dibandingkan mereka yang jarang mengkonsumsi pati. Para peneliti belum dapat menjelaskan kecenderungan ini. Namun, mereka berasumsi bahwa peningkatan tingkat insulin yang dipicu ‘karbohidrat olahan’seperti pati itu bisa merangsang pertumbuhan sel kanker.
Peneliti mempelajari pola makan dari 2.651 penderita kanker payudara selama 12 bulan. Mereka menemukan bahwa orang yang sering makan pati memiliki 14,2 persen resiko kanker payudara. Tingkat resiko ini lebih tinggi dibandingkan yang jarang mengkonsumsi pati, yaitu sekitar 9,7 persen.
"Hasil penelitian menunjukkan bahwa bukan hanya karbohidrat secara keseluruhan (yang berpotensi tingkatkan resiko kanker), tetapi terutama pati,” kata peneliti Universitas California, Jennifer Emond. Penelitian belum dapat memberikan rekomendasi untuk pola makan yang baik guna mencegah kanker ini.
Pada awalnya, asupan karbohidrat perempuan adalah 233 gram per hari. Peneliti mengamati pola makan wanita yang di tahun berikutnya mengalami kambuh penyakit. Perempuan yang penyakitnya kambuh itu umumnya menambah asupan pati sebanyak 2.3 gram per hari pada tahun pertama. Sementara itu, penderita yang tidak mengalami kambuh umumnya mengurangi asupan pati 2,7 gram setiap harinya.
Kanker payudara adalah kanker paling umum di Inggris. Penyakit ini diderita sekitar 46.000 wanita setiap tahun. Karbohidrat adalah bahan bakar yang paling penting untuk otot dan sumber energi penting untuk otak dan sistem saraf pusat. Karbohidrat olahan seperti roti mengandung pati lebih banyak dibandingkan dari biji-bijian (seperti beras).
CEO Kampanye Kanker Payudara, Baroness Delyth Morgan, mengapresiasi temuan ini. "Studi ini menunjukkan bahwa mengurangi konsumsi pati mungkin bisa mengurangi risiko kambuhnya kanker payudara. Kita menunggu penelitian lebih lanjut tentang masalah ini,” ujar dia. 

Rabu, 30 November 2011

Hamil adalah karunia Tuhan Yang Maha Esa, Bagaimana menunyusui saat Hamil?y


Memberikan yang terbaik untuk anak adalah impian setiap orang tua, termasuk dalam memberikan makanan. Dan kita tahu bersama bahwa ASI akan tetap memberikan zat-zat yang baik bahkan sampai anak berusia dua tahun atau lebih, sesuai rekomendasi Badan Kesehatan Dunia, serta telah disebutkan juga di dalam al Quran sebelum WHO. Ketika ada suatu keadaan yang mungkin berpengaruh atau memiliki dampak terhadap proses menyusui, atau justru jika kita tidak tahu efek keadaan tersebut, tentu kita merasa khawatir.
Masa menyusui yang berbarengan dengan masa kehamilan anak berikutnya, adalah contoh salah satu keadaan yang sering menimbulkan kekhawatiran ini. Sehingga kemudian seringkali timbul pertanyaan, bisakah saya menyusui sewaktu hamil? Secara umum,jawaban dari pertanyaan ini adalah YA, seorang ibu tetap dapat menyusui anaknya meskipun sedang hamil anak yang berikutnya. 
Begitu mendengar jawaban ini, pasti langsung muncul beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan kesehatan ibu dan janin;


1. Khawatir keguguran
Proses menyusui melibatkan hormon oksitosin yang akan menyebabkan kontraksi pada payudara dan rahim. Namun tingkat kontraksi dari hormon oksitosin ini tidak memiliki dampak yang terlalu besar pada rahim selama hamil, tidak sampai pada tingkatan bisa menyebabkan kelahiran bayi, kecuali jika waktu melahirkan sudah mendekati harinya atau ada hal-hal lain yang berpengaruh. Kontraksi rahim ini dapat dibandingkan dengan kontraksi yang terjadi pula pada saat berhubungan sex. Hubungan sex akan menyebabkan rahim berkontraksi, namun sex tidak serta-merta dihentikan ketika ibu sedang hamil.

2. Kebutuhan nutrisi
Asupan makanan dengan kandungan protein dan karbohidrat yang lebih tinggi dibutuhkan seorang ibu yang hamil dan menyusui, karena keadaan ini memang memerlukan tambahan tenaga. Disarankan untuk makan-makanan alami dalam pemenuhan kebutuhan ini.

3. Produksi ASI
Setelah beberapa bulan, produksi ASI biasanya akan berkurang, ini berhubungan dengan semakin meningkatnya kadar hormon estrogen di dalam tubuh, dan hal ini memang alamiah. Rasa ASI mungkin berubah, namun tidak selalu, dan bayi mungkin akan menyapih dirinya sendiri. Selama berada di dalam tubuh, ASI tidak akan pernah basi.

4. Kondisi ibu secara umum
Menyusui atau hamil saja sudah pasti akan membuat ibu merasa lelah, apalagi jika keduanya terjadi secara bersamaan. Jika seorang ibu menyusui merasa kelelahan, maka hal ini dapat mengurangi jumlah ASI yang dikeluarkannya. Jadi solusinya adalah cukup istirahat dan cukup mengonsumsi makanan bergizi, jika mungkin usahakan yang alamiah.

5. Kondisi payudara
Ketika hamil, sensitifitas pada daerah payudara meningkat, sehingga ibu akan lebih mudah merasa nyeri ketika menyusui saat hamil, dibanding jika tidak sedang hamil.

6. Bagaimana dengan kondisi saya?
Setiap orang memiliki kondisi tubuh dan kesehatan yang berbeda. Informasi yang disampaikan di sini hanya pada keadaan normal-wajar. Jika ada pertimbangan kesehatan khusus, misalnya punya riwayat keguguran yang sering, sudah lama menikah namun belum juga dikaruniai anak, kontraksi rahim berlebihan ketika menyusui, atau keadaan yang lain, sebaiknya tetap didiskusikan dengan dokter anda.
http://republika.co.id

Jumat, 21 Oktober 2011

Kanker Payudara Pembunuh Wanita Nomor Satu di Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kanker payudara saat ini menjadi pembunuh nomor satu wanita Indonesia. Hal ini dikatakan dokter onkologi RSPAD Gatot Soebroto, dr Saptadi Setia Basuki Sp.B Onk. "Sampai sekarang belum ada berapa angkanya. Yang jelas saat ini posisinya ada di atas kanker serviks," ujarnya dalam acara, "Deteksi Dini Kunci Pencegahan dan Penanganan Kanker Payudara." Kanker ini mayoritas menyerang kaum hawa. Saptadi mengatakan, hal ini diakibatkan hormone esterogen yang ada pada wanita. Esterogen ini akan membentuk ikatan dengan sel kanker yang tumbuh. Umumnya kanker ini menyerang wanita berumur di atas 35 tahun. Kondisi ini tentunya sangat memprihatinkan. Apalagi penyakit ini muncul tanpa gejala. "Pasien biasanya baru memeriksakan diri setelah memasuki stadium lanjut," kata Saptadi. Menurutnya, sekitar 50 persen pasien yang periksa ke dokter setelah ada rasa sakit, atau terjadi perubahan pada payudaranya. Perubahan ini bisa pada warna kulit, puting susu yang masuk ke dalam, atau cairan keluar dari puting susu. "Padahal, kalau sampai terjadi perubahan, berarti kankernya sudah pada stadium lanjut. Mungkin stadium dua atau tiga,” jelasnya. Penyakit ini ditandai dengan munculnya benjolan pada payudara atau ketiak. Saptadi menyarankan untuk segera memeriksakan diri begitu dirasa ada benjolan di daerah tersebut. Benjolan pada ketiak merupakan indikasi sel kanker sudah menyebar ke organ yang lain. Semakin cepat memeriksakan diri, maka proses pengobatan bisa sesegera mungkin dilakukan. Penderita kanker stadium awal memiliki kesempatan hidup 100 persen pada lima tahun kehidupan berikutnya. Sedangkan kanker stadium dua memiliki daya survival 70 sampai 80 persen. Stadium tiga dan empat memiliki daya hidup paling kecil, yaitu 40 dan 20 persen. Sehingga makin cepat diperiksa, kesempatan hidup juga lebih besar. Para penderita kanker payudara stadium awal juga berkesempatan melakukan breast conservation. Pada operasi ini yang diangkat hanya sel kankernya, bukan seluruh payudara. Syarat untuk operasi ini adalah ukuran tumor maksimal tiga sentimeter, kemauan pribadi pasien, bersedia melakukan kontrol rutin, dan lokasi pertumbuhan tumor terlokalisir. sumber:http://id.she.yahoo.com/kanker-payudara-pembunuh-nomor-satu-wanita-indonesia-144116156.html
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...